Introduce yourself: who are you, what do you do, and why is it important?

Saya bernama Marice Mauboy, asli Kupang-Nusa Tenggara Timur dengan suku asal Timor. Saya saat ini sebagai founder dan ketua pembina untuk yayasan Nurani Kasih Maryuma di Kupang dengan fokus proyek di bidang pendidikan bagi masyarakat yang ada di desa yaitu di Rote dan di Kupang.


My name is Marice Mauboy, I come from Kupang, East Nusa Tenggara (aka Lesser Sunda Islands). I am the founder and the Senior Advisor of Yayasan Nurani Kasih Maryuma in Kupang, which focuses on education, currently with projects in two villages, Rote and Kupang.

Saya juga sebagai seorang trainer yang banyak membantu guru-guru untuk meningkatkan diri dalam skill mengajar di banyak tempat di Indonesia khususnya guru-guru pendidikan. Menurut saya mengapa yang saya lakukan ini sangat penting karena pendidikan di daerah di Indonesia khususnya untuk tenaga pengajarnya tidak semuanya dari latar belakang pendidikan guru dan kalaupun dari latar belakang pendidikan guru mereka tidak memiliki kesempatan untuk meningkatkan skill mengajar seperti guru-guru di kota karena itu yang saya lakukan dengan mentraining mereka adalah hal yang sangat di butuhkan.

I am also a teacher-trainer who empowers teachers –particularly school teachers- across Indonesia to develop their teaching skills. In my opinion, this is important because not all school teachers in Indonesia had the opportunity to pursue a qualification in teaching, and even if they did there are limited opportunities for continuing professional development,. Especially in small towns or villages. Therefore I believe that the training that I do is something that is essential.

Sedangkan yang saya lakukan untuk proyek fokus pendidikan di Kupang dan Rote itu sangat penting karena di sana belum ada sekolah, belum ada taman baca, dan juga belum ada kominitas untuk diskusi bersama untuk para remaja karena itu baik PAUD, Taman Baca, Bimbel dan Komunitas Sharing yang saya buka di Kupang adalah sangat penting karena mereka membutuhkan itu semua.

I have opened two kindergartens, as well as a reading club, tutorial centre, and a community youth group. None of which was previously available in Rote and Kupang.

Describe a tool, technique or practice that makes a difference to your work.

Saya suka mempelajari seseorang dengan sering meluangkan waktu dengan orang tersebut sehingga saya makin lama makin paham akan kelebihan dan kekuarangannya. Dalam pekerjaan biasanya saya senang mempelajari tentang kelebihan seseorang dan membuka diri untuk belajar darinya. Dan juga saya sering anomali artinya kadang berkata tidak ketika diminta tolong tapi kemudian bisa berubah dengan melakukan hal tersebut sepenuh hati sampai selesai.

I love spending time getting to know a person, including getting to know their strengths and weaknesses. In my work I am always open to learning from someone else’s strengths. I can also be a bit of an enigma, e.g. if someone asks for my help with something, I might initially say no, only to later change my mind and put my all into helping them until the job is done.

What’s your most valuable skill?

Kemampuan saya yang paling bermanfaat adalah sebagai seorang visioner artinya memilki kemampuan untuk melihat kemungkinan di masa depan dan siap berjuang dengan segala resiko untuk mencapainya. 

My most important skill is being a visionary. I am able to see the potential possibilities that lie ahead, and I am ready to fight to make it/them happen.

What advice do you most need to hear?

“Kamu pasti bisa!” itu adalah hal yang paling saya suka mendengarnya baik dari teman, pemimpin, mentor dan keluarga.

“You can do it!” is the thing I most like to hear from my friends, leaders, mentors and family.

Suggest an endearing and humorous question/story for question number five – and answer it.

“Mba belum bayar yah?”
Saya tetap berjalan sambil asyik bercerita dengan teman dan terus tertawa ngakak. Lalu ada mas-mas yang setengah berlari tepuk pundak saya dari belakang, “maaf mba blom bayar yah?” Saya kaget “apa?” sambil saya dan teman tertawa geli kok bisa sampai lupa bayar setelah makan dan jalan tanpa rasa berdosa. Kemudian kembali ke kasir dan dengan senyum bilang ke mba kasirnya “maaf ya mba, tadi keasyikan ngobrol makanya sampe lupa” mba nya sambil senyum bilang “iya ga apa-apa”. 

“You haven’t paid yet, have you?”
My friend and I were so deep in our conversation and laughter that we didn’t realise the question was for us, and so kept walking. Suddenly a member of staff came running after us, tapped me on the shoulder and then he said, “Sorry, but you haven’t paid yet.” I was shocked and laughed out loud with my friend, as we had eaten but completely forgotten to pay, and were walking out without feeling guilty of anything.

We turned back and headed to the cashier, saying with a smile, “we are very sorry, we were so engrossed in conversation that we forgot to pay!”. She replied with a smile, “It is fine.”

  • Translation: Steffi Bokang/J Whyne

Optional extras:

Jika kalau mau ikuti Nona, bisakah di: Nona Kupang atau Instagram

If you’re interested in learning more about Nona and what she is involved with, you can do so via her website or instagram. – There is a translate function on both.